WARTA 24 ACEH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Banda Aceh Miliki Pusat Galeri Wisata

Posted by On 12.06

Banda Aceh Miliki Pusat Galeri Wisata

Banda Aceh Miliki Pusat Galeri Wisata

Kota Banda Aceh kini miliki pusat galeri wisata, tepatnya di kompleks pasar batu cincin, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa

Banda Aceh Miliki Pusat Galeri WisataPasar di kawasan Ulee Lheue. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA

BANDA ACEH - Kota Banda Aceh kini miliki pusat galeri wisata, tepatnya di kompleks pasar batu cincin, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa. Pusat galeri itu pun telah diresmikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jumat lalu. Di galeri wisata yang dikelola pengurus Balee Inong se-Banda Aceh itu tersedia beragam produk ekonomi kreatif, mulai dari kuliner hingga souvenir khas Aceh.

Wali Kota Banda Aceh m engatakan, momen peresmian galeri wisata ini sangat tepat, menjelang penyelenggaraan Sail Sabang 2017, pada 28 November sampai 5 Desember 2017. “Ini momentum bagi kita menghidupkan ekonomi kreatif Banda Aceh. Wisatawan akan ramai berkunjung ke kota kita, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Aminullah.

Ia juga mengharapkan setiap produk yang dijual betul-betul diperhatikan kualitasnya, seperti kemasannya harus bagus dan menarik. “Kami harapkan pelaku ekonomi kreatif yang membuka gerai di galeri wisata ini, agar memberikan kesan baik bagi wisatawan yang datang, terutama sisi pelayanan. Lalu seperti toilet serta sanitasi juga harus diperhatikan. Tempatkan saja petugas, khusus menjaga kebersihan di sini,” pesan Aminullah.

Dia juga memaparkan rencana pengembangkan kawasan Ulee Lheue menjadi ikon wisata islami dunia dengan membangun tempat zikir bertaraf internasional. “Prospek kawasan Ulee Lheue ke depan cukup menjanjikan bagi pelaku ekonomi kreatif dan home industry di Banda Aceh,” pungkasnya.

Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A dan KB) Banda Aceh, dr Media Yulizar menjelaskan, untuk pembukaan galeri wisata itu, pihaknya menyewa 22 dari 33 kios yang ada di pasar itu. “Pasar ini aset gampong dan mukim Meuraxa. Tapi, seiring redupnya bisnis batu cincin kami alih-fungsikan sebagai galeri wisata, karena letaknya sangat strategis. Dari 22 gerai yang disewa, 19 gerai digunakan oleh 19 balee inong se-Banda Aceh. Tiga dipakai Dekranasda Banda Aceh dan sisanya masih dipakai usaha batu cincin,” katanya.

Beragam produk home industry pun ada di sana, mulai dari penganan khas Aceh, produk olahan makanan, hingga souvenir, seperti tas bordir Aceh, produk kerajinan rotan serta pernak-pernik lainnya.(rel/mir)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Warta 24 Banda Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »